Sejarah Celana Chino

Celana chino merupakan jenis celana yang digemari oleh banyak kalangan, terutama pada anak muda pada masa kini. Selain celana jeans atau denim sebagai favorit, celana chino juga tidak kalah pamor. Tapi sudah tahukah anda tentang sejarah celana chino, mulai dari asal mula serta siapa yang mempopulerkan sehingga menjadi celana yang begitu digemari, mari simak dibawah ini.

Chino sendiri diambil dari bahasa spanyol yang berarti “cina” atau “orang cina”. pengambilan nama tersebut bukan tak beralasan, disebut chino karena bahan celana tersebut yaitu katun pada saat itu diimpor dari negeri cina. Celana chino juga sering disebnut “khakis” untuk mendeskripsikan celana, Istilah “khakis” sebenarnya lebih dulu populer dibandingkan “chino”, khakis sendiri berasal dari Bahasa Hindi yang berarti “debu”, yang mana saat itu celana chino umunya berwarna cokelat muda seperti debu.

Khakis meraih popularitasnya di Inggris pada pertengahan abad ke-19, warna ini awalnya dirancang untuk menyatu (kamuflase) dengan lanskap India, selama masa pendudukan Inggris di negara Punjab itu. Pada akhir abad ke-19, Tentara Amerika mulai mengadopsi khakis sebagai seragam militer mereka.

Istilah chinos sendiri populer belakangan, tepatnya setelah perang Spanyol-Amerika, dimana Amerika Serikat menduduki Filipina. Karena kebanyakan penduduk Filipina menggunakan Bahasa Spanyol, maka banyak istilah dalam bahasa Spanyol diserap ke dalam Bahasa inggris, termasuk chino. Celana militer Amerika tidak jauh berbeda dengan militer Inggris, dengan desain lurus yang sangat sederhana tanpa lipatan, dengan ritsleting dan sebuah kancing di bagian depan.

Baru pada awal abad ke-20 lah, publik Amerika mulai menggunakan celana chino, khususnya untuk menghadiri acara-acara semi-informal. Anak muda menggunakannya untuk pergi ke sekolah atau kuliah. Tahun 50-an menjadi puncak popularitas celana chino, setelah perang dunia dua saat itu jeans dianggap kurang pantas digunakan untuk pergi sekolah atau kuliah.

Popularitas chino, sebagai celana sehari-hari terus berkembang seiring zaman. Desain dan style celana ini juga mengalami banyak perubahan. Saat ini tersedia banyak variasi celana chino, mulai dari ukuran saku yang lebih besar, variasi lipatan di bagian depan, hingga ragam warna dan detail-detail lainnya. Bahkan, saat ini celana chino juga tersedia untuk para wanita.

Lebih jauh lagi, saat ini celana chino tidak harus terbuat dari katun murni, dan bahannya pun tidak selalu berasal dari Cina, sebagaimana masa perang dulu. Bahan polyester atau bahan-bahan anti-noda lainnya saat ini sering dikombinasikan dengan katun sebagai bahan dasar pembuatan celana chino.

Leave a Reply